B J Habibie Ahli Matematika Indonesia

B J Habibie Ahli Matematika Indonesia adalah sosok yang jenius dan sangat dibanggakan bangsa Indonesia. Beliau adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga dan seorang yang jenius. Nama beliau kini diabadikan menjadi nama dari Universitas di Gorontalo yang sebelumnya bernama Universitas Negeri Gorontalo.

Ayah BJ Habibie bernama Alwi Abdul Jalil Habibie. Ibu BJ Habibie bernama R.A Tuti Marini Puspowardojo. Beliau adalah anak keempat dari delapan bersaudara. Ayahnya adalah seorang petani dan ibunya adalah anak dari seorang spesialis mata.

BJ Habibie dan Pesawat

BJ Habibie saat melanjutkan perguruan tinggi menekuni teknik mesin. Beliau belajar di Universitas Indonesia Bandung. Sekarang universitas ini dikenal dengan nama Institut Teknologi Bandung atau ITB. Beliau melanjutkan studi teknik penerbangan setalah lulus dengan spesialisasi konstruksi pesawat terbang pada tahun 1955-1965. Beliau mendapatkan gelar diplom ingenieur pada 1960 dan doktor ingenieur 1965 dengan predikat kelulusan summa cum laude di RWTH Aachen, Jerman Barat.

Sayap Pesawat

Pernakah kalian membayangkan  bagamana bagian dalam struktur sayap pesawat? Pada tampak luar sayap pesawat ini terihat tak berongga dan mulus. Namun, di dalam pesawat struktur sayap pesawat itu berongga-ronga. Bagian dalam dari sayap pesawat yang tertutup rapat menyebabkan faktor kelelahan (fatique) tidak bisa dideteksi. Karena sulitnya untuk mendeteksi faktor ini maka sering sekali pesawat mengalami kecelakaan.

Faktor kelelahan (fatique) terjadi pada bagian penghubung antara sayap dan badan utama pesawat terbang. Bagian tersebut sering sekali mengalami guncangan sehingga sangat mudah mendapatkan retakan (crack). Namun, keretakan tersebut berukuran sangat kecil sekitar 0,005 milimeter dan terus menyebar. Hal ini dapat membahayakan dalam penerbangan. Para peneliti saat itu di seluruh dunia belum ada yang mampu menyelesaikan permasalahan matematika tersebut.

Sosok BJ Habibie yang kala itu berusia 32 tahun sangat berjasa karena dapat menyelesaikan permasalahan matematika itu. BJ Habibie adalah sosok yang jenius karena dapat menentukan titik awal dari terjadinya keretakan. Hasil dari perhitungannya pun sangat mendetail. Teori yang ditemukan oleh beliau bernama Theory of Habibie atau disebut dengan Theory Crack Progression. Theory of Habibie sering digunakan dalam industri penerbangan. Jasa dari terori yang beliau temukan yaitu dapat mengurangi dari resiko kecelakan pesawat. Selain itu, dapat membuat pembuatan dan perawatan pesawat terbang menjadi lebih mudah dan murah.

Dengan ilmu yang beliau punya, kejeniusan dalam perhitungan matematika dan semangat pantang menyerah membuat beliau dapat memberikan karyanya untuk negara ini. Tidak hanya untuk negara ini bahkan juga berjasa bagi dunia. Walaupun matematika terasa begitu sulit namun janganlah pantang menyerah! Lihatlah seorang kebangsaan Indonesia mampu mencetuskan teori yang sangat berguna.